Perusahaan mencari kandidat via social media

Diluar negeri social media itu sangat penting. Baik bagi pribadi maupun perusahaan. Pentingnya untuk pribadi, ini untuk branding. Sedangkan bagi perusahaan, ini untuk branding juga sih ahaha..

Di Indonesia sendiri, social media sudah menjadi darah daging. Karena dengan gampang sosmed ini diakses via mobile. Namun, untuk penggunaan sosmed kebanyakan hanya untuk sebatas konsumsi belaka, untuk haha hihi semata. Belum digunakan untuk kepentingan masa depannya.

Tanpa disadari, pada kenyataannya banyak perusahaan di dunia ini justru menggunakan sosmed mencari talenta-talenta untuk mengisi kekosongan karyawan di perusahaan mereka. Salah satu contohnya teman saya asep, dia dihire perusahaan Singapur untuk menjadi lead programmer sebuah perusahaan apps mobile sana. Dan ini terjadi karena si perusaahaan itu mencarinya via Linkdin.Β Pun saya, dikontak via twitter di perusahaan kemarin.

Ini sebagai pertanda kalau sosmed ini seharusnya digunakan sebagai mana mestinya. Atau mungkin kita bikin 2 akun, yang satu untuk branding, satu lagi untuk haha hihi.. πŸ˜†

Biar lebih enak, berikut ada infografik yang kayanya enak untuk dilihat, dan layak untuk dipertimbangkan kita.

Iklan

Menjadi SocialTechPreneur

Bukan mencoba peruntungan baru, akan tetapi mungkin ini momentum yang pas untuk mengikrarkan diri saya menjadi Social Tech Preneur. Salah satu pengikrarannya ketika beberapa hari yang lalu saya tweet ini:

So, bagi yang baca postingan ini, silahkan bisa disebar tweet saya. Harapannya web yang dibangun yaitu web-web daerah yang mungkin ada di pedesaan. Contohnya Mandalamekar.

Mau ganti baju

Bekerja di kantor yang tempatnya dipakai oleh 2 perusahaan bisa jadi rame, bisa jadi bingung. Rame kalau lagi banyakan, bisa ngobrol hilir mudik kesana kemari kesini kesono. Tapi kalau lagi apes, lagi dikit orang suka pusing dan cekikikan.

Kebetulan kantor dipakai 2 perusahaan, yang satu iCreativelabs.com dengan networknya tokokoo.com dan satu lagi perusahaan GantiBaju.com. Kalau iCreativeLabs (ICL) emang developer semua, nah kalau GantiBaju itu jualan kaos-kaos anak muda gitu *buka welah webna nya.

Nah.. kalau ada yang beli suka ketawa kalau ada yang nanya

“Mas, ganti baju di sini?”, atau
“Mas saya mau ganti baju, disini ya?”,Β dan pertanyaan-pertanyaan aneh lainnya haha..

Hahaha.. pengennya ketawa duluan, tapi malah nahan duluan karena yang nanya itu pembeli hahaha.. Memang nama itu membawa keberuntungan ya πŸ˜†

Bayar pakai suit saja mas

Hari ke 2 (08 Juni) makan malam ngaco bareng si Bima ama Ardian lagi. Masih di tempat yang sama (Pecel lele depan telk*m japati), dengan makanan dan minuman yang juga masih sama, juga diwaktu yang sama, yaitu MALAM HARI. Harga sama, obrolan sama *emang bisa ya?haha..* semuanya sama, hanya bau badan yang berbeda. Kalau gak salah si bima belum mandi haha.. :lol:.

Si Bima pesen dada ayam goreng plus es campurnya. Ardian paha ayam goreng plus es alpukat nangkanya. Dan si sayah pecel lele beserta si emang2nya eh beserta es kelapa muda. Sluuurrpp.. yummy pisanlah (bangetlah). Dan tak ketinggalan juga, obrolan ngalor ngidul hahaha.. πŸ˜†

Hari pertama kemarin si bima yang bayar, sekarang giliran si saya atau ardian yang bayar. Dan penentuan bayar kali ini dilakukan dengan suit jawa. Ah.. entar apa namanya. Kalau dulu tahunya yang penting suit pake tulunjuk, jempol, sama cinggir (kelingking). Well, setelah di adu dengan jantan sama si ardian teuteup si sayah kalah, meskipun diulang 3 kali hahaha.. Berarti besok pas giliran si Ardian yang bayar, musti makan lebih buanyak ganti menu yang lebih mahal haha.. πŸ˜†

— masih pagi, disambut indov*sion bangun pagi di kantor.
Belum mandi di tahun masehi —

Maaf, gak jadi beli mas

Akhir-akhir ini jadi keseringan tidur di kantor. Jadwal makan juga kacau balau, yang biasa makan siang bener-bener siang jam 12 atau jam 1. Sekarang, makan siang malah jadi makan sore, bahkan jadi makan malam *kalau ini sih senin-kamis hihi.

Malam-malam seperti biasa cari makan bareng si bima dan ardian. Ceritanya mereka pengen makan yang aneh-aneh, pengen di tempat-tempat nongkrong gitu. Karena ktia jalan kaki, yasudah bawa aja ke warung-warung pinggiran yang ada di gasibu. Lewati tukang pecel lele yang konon katanya enak, dan setiap saya ke sana selalu penuh, tapi mereka kagak mau pengen yang aneh-aneh ceunah (katanya). Akhirnya perjalanan dilanjut. Satu persatu warung dilewati, tau-tau sampe gedung sate. Bingung mau makan apa, masuklah kita ke suatu warung yang bertuliskan “Nasi Uduk Komplit”.

Karena memang kita perlu makan besar, jadi masuklah kita ke warung itu. Setelah lihat menu makanan, dan akhirnya… malah berjalanlah kita ke searah dengan arah kasir dengan bilang, “Maaf, gak jadi beli mas” :lol:. Habis makanannya bukan yang perut butuh sih hahaha. Dan sepanjang perjalanan malah ketawa-ketiwi, bicara yang aneh-aneh ngira si penjualnya inilah-itulah. Dan akhirnya kembali ke tempat tadi, yaitu “Pecel Lele” dengan es campur. Baru sadar, ternyata waktu sudah pukul 12.00, terlalu asik makan sambil ngobrol eh ngobrol sambil makan ngalor ngidul, ngobrolin masa kini, masa depan, dan masa iya.

— di kantor, baru bangun tidur,
dan harusnya sudah masuk jam kerja–

Arsip

Add my facebook Follow me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 2.741 pengikut lainnya

Newsjid | Masjid Punya Berita

%d blogger menyukai ini: