Spesialisasi?! Kenapa enggak!

dokter gigiDulu (tahun 2007an) ketika pertama kali mencoba berbisnis. Niatan ingin mencoba semua bisnis. Saya selalu berpendapat semakin luas jangkauan pasar, semakin baik. Lalu saya ambil banyak projekan, sempat bisnis PIN, jaketlah, kaoslah, desain posterlah, desain sertifkat, dan lain-lain. Saya ambil projek yang menurut saya dapat menghasilkan. Dan sayapun tidak pernah menspesialisasikan diri dalam bidang tertentu, misal: hotel, bank, dll. yang terfikirkan saat itu hanya semakin banyak yang saya raih, maka semakin baik. Benar bukan? Ternyata tidak selalu begitu.

Lalu tahun 2008 saya mulai tertarik dengan dunia internet, terutama web development. Akan tetapi menjadi web programmer saja tidak cukup, ternyata harus lebih spesifik lagi. Apakah mau menjadi web desainer atau web programmer. Akhirnya saya memilih menjadi web programmer. Dari situ saya mulai menekuni untuk belajar lebih lanjut, sampai akhirnya mendapat projekan lumayan besar. Ini dikarenakan waktu itu saya memperkenalkan diri sebagai web programmer ke beberapa temen tanpa malu-malu dan akhirnya beberapa senior kampus mengajak saya untuk ikut bantu projekan itu.

Dan ternyata jadi web programmer juga masih banyak pilihannya. Akhirnya tahun 2009 akhir menemukan framework atau alat bantu untuk mempercepat projekan web yang saya kerjakan, yaitu menggunakan WordPress. Ini sudah niche bukan? Alias sudah fokus 1 topik kan? Ya!

Walhasil, ketika saya memperkenalkan diri bahwa saya seorang WordPress Developer Alhamdulillah saya mendapat beberapa projek, bahkan dalam 1 bulan pernah sampai 3 projek. Oiya, WordPress di sini, saya membangun web dari awal alias benar-benar customize dari desain sampai launching. Dan akhirnya sekarang tahun 2011, saya di-hire oleh webhouse terkemuka di indonesia karena mereka memang fokus di WordPress serta sayapun fokus di WordPress. Tidak sampai disitu, sayapun diajak membangun perusahaan oleh teman yang baru saya kenal (dia desainer), yang dia sudah punya klien tetap dari luar negeri. Dan ini karena saya memperkenalkan diri sebagai WordPress Developer.

Ingat apa kata-kata dari Ghost Buster ketika mengiklankan layanan mereka?

“Who you gonna call?”

Ketika hantu datang, anda tahu siapa yang harus anda telepon, right? Nah efek yang sama akan terjadi ketika Anda menspesialisasikan diri.

Ketika Anda sudah mengusai suatu niche, orang yang membutuhkan nichetersebut akan langsung menghubungi Anda bila dibutuhkan. Praktis bukan?

Who you gonna call? ME ME ME! :D

Bisa karena biasa, jago karena keseringan

source photo: http://www.flickr.com/photos/zhasm/2076542966/sizes/m/
dipublish juga di http://barudakunpas.com/

About Onnay Okheng

Hola, I'm Onnay. Also I'm Freelancer also SocialTechPreneur. Wordpress Themes and Plugins Developer, WordPress eCommerce Developer. Founder of Nesia, UKM Store. Let's Sharing and Dreaming.

4 responses to “Spesialisasi?! Kenapa enggak!

  1. hhmmmm…yups..yups…begitulah cerita hidup sang aktipis wordpress.

    hahaha

  2. rosikh

    sukses terus kang.. mantabs
    ditunggu share ilmuna @sekre y..^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Add my facebook Follow me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 2.741 pengikut lainnya

Newsjid | Masjid Punya Berita

%d blogger menyukai ini: