Berbuat salah itu perlu

Beberapa pekan yang lalu pergi ke nikahan temen sekosan dulu pas di Madani gerlong. Namanya Rizki anak Fisika UPI angkatan 2007, dan sayalah yang bikin undangannya untuk beliau hehe..๐Ÿ˜†. Tempat nikahannya di Tasikmalaya ujung pesisir kota.

Pergi sendirian ke sana hanya ditemani si zuhud (motor bebek supra 125, panggilan dari oce) dan lagu-lagu di HP saja. Tak lupa berbekal kartu undangannya, karna alamatnya tercantum disana. Sebelumnya saya tanya-tanya dulu ke temen dimana letak keberadaanya. Tapi malah bikin pusing bin lieur. Akhirnya dengan kekuatan onnay, akang menghukummu -onnaymoon-๐Ÿ˜€. Dan perjalananpun dimulai.

saya jarang bertanya tempat ke orangnya langsung selama perjalanan. Karena biasanya kalau bertanya ke orangnya malah bikin bingung, soalnya si orangnya gak tahu letak persis posisi si sayah *jadi bingung gini bahasanya*. Saya lebih memilih bertanya ke orang yang ada di jalan yang saya lalui. Walaupun waktu itu temen ngasih nomor orangtuanya buat tanya-tanya, tapi tak saya hubungi karna malu sih sabenerna mah hehehe..๐Ÿ˜†

Sebenernya saya pasti sampai ke tempat tujuan, selama ada alamatnya. Apakah mau bertanya ke orangnya langsung *eh tapi lagi nikah deng* atau ke no yang dikasih temen, atau bertanya ke orang-orang sekitar. Kecuali yang udah males dan putus asa, pasti balik lagi ke rumah๐Ÿ˜€. Nah.. tinggal kita maunya pilih yang mana?! Mau ke orangnya langsung, no yg dikasih temen, atau orang-oarng sekitar?

Kalau ke orangnya langsung, pasti gak akan dijawab, yaiyalah lah wong orangnya lagi nikah๐Ÿ˜†. Dan hanya 1 orang yang bisa disilaturahmiin.ย  Kalau bertanya ke no yang dikasih *tentunya orang yang tahu daerah itu* pasti bakal nelpon-nelpon terus, abis kesini kemana dll. dan ini juga hanya 1 orang yang bisa disilaturahmiin.

Nah.. saya lebih suka milih yang ke-3, bertanya ke orang yang ada disitu. Coba bayangkan, kalau kita lagi tersesat berapa orang yang bisa kita tanya? Berapa orang yang bisa kita ajak silaturahmi? Berapa banyak ilmu yang bisa didapet karena bertanya dan ada di TKP langsung? Berapa banyak jalan yang bisa diketahui kalau jalan itu salah dan benar? Jawabannya “TIDAK TERBATAS” sepanjang mau bertanya juga sih hihi..๐Ÿ˜†.

Terkadang berbuat salah itu perlu. Dengan begitu akan tahu yang mana yang benar dan salah. Karena itu yang akan lebih nerap.

nb: Tapi biasanya sebelum pergi saya cek dulu pake google map.๐Ÿ˜€

About Onnay Okheng

Hola, I'm Onnay. Also I'm Freelancer also SocialTechPreneur. Wordpress Themes and Plugins Developer, WordPress eCommerce Developer. Founder of Nesia, UKM Store. Let's Sharing and Dreaming.

2 responses to “Berbuat salah itu perlu

  1. wah,lg2 dunia terasa sempit..walaupun bukan rizkiana yg sil kenal,tp kenal dkat dg istrinya,jd wae jg dpt undangan nikahannya itu..eh trnyata kg onnay yg bwt undangan nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Add my facebook Follow me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 2.741 pengikut lainnya

Newsjid | Masjid Punya Berita

%d blogger menyukai ini: